Random

Saat itu.

Hujan yang mengairi malam itu, membuat keriput kulit di ujung-ujung jemari. Kita berteduh di depan sebuah ruko di kilometer 13,5. Sorot lampu kendaraan menerobos jalan mengurai tirai bentuk bulir-bulir air yang berjatuhan. Perasaanku saat itu hanya terfokus pada diri kita. Aku dan kamu. Aneh dan tak aku mengerti. Benar kah? Salah kah?

Dibawah jas hujan hijau aku tertunduk dengan pikiranku menerka-nerka. Jenisnya seperti apakah ini? “Jangan. Jangan biarkan hatimu seperti daun kering yang kini hanyut diujung pengelihatanmu terbawa arus air hujan yang kian deras.” Aku bergumam. Aku sibuk dengan diriku sampai sesekali kulihat ke arah mu.

Sial. Kenapa kamu tersenyum. Apakah pikiranmu sama sibuknya dengan ku?

Quote, Poetry, Poem

Pagi-pagi yang syahdu…


Adakah kau menjumpai pagi-pagi syahdu hari-hari kita hendak berpisah ini?
Adakah kau melewatkan sesuatu hal yang penting dimalam-malamnya?
Sedu sedan diwaktu sahr menghitung hari atas perpisahan.
Jika kau dapati seorang teman baik, maka rasa enggan untuk berpisah begitu kuat dan menyesakkan.
Tanyaku selalu tak terbendung.
Apakah kau akan mengenangku?
Adakah kita dapat bertemu lagi?
Kuharap aku dan kau memiliki perpisahan terindah.
Teman… Jika perpisahan adalah keniscayaaan. Namun napas masih berhembus. Maka aku masih berharap dan berhak merindu.

Random

Al Fatihah – Macapat Tembang Jawa

Kanthi nyebut ing asmane Gusti. Gusti Allah ingkang Maha Mirah. Maha Asih sejatine.
Puja lan puji iku. Amung Allah ingkang ndarbeni. Gustine jagat raya. Ya alam sawegung.
Maha welas asih cetha.
Kang ngratoni dinaning agama yekti. Kukuding alam ndonya.
Amung kunjuk mring Paduka Gusti. Hamba nyembah saha kumawula. Angrerepa dhepe dhepe
Hamba nyuwun pitulung. Tinedahna margi kang yekti.
Margine tiyang kathah. Ingkang bagya tuhu. Paduka Paringi nikmat. Sanes margi, Bebendu lan sasar sami.
Amin tutuping donga