Aku ingat kilat waktu itu kita pandangi bersama dan mata kita bertemu membuat persamaan bahasa kata takjub yang tidak diucapkan. Kusesap keretekku dan kembali memandang langit. Kadang-kadang mataku mencarimu memandangimu yang sedang asik dengan pikiran mu. Aku mengerti di benak mu sekarang tak ada aku. Aku pun tak mau lelah hati. Aku menikmati langit dan mulai melihat keindahan tak berujung di hadapanku. Kawan. Bila ada yang menyergap perasaan mu. Tak usah risau katakan saja. Disini aku untuk kau tuturkan kisahmu. Ini pundak ku untuk kau sandarkan lelahmu dan linangkan airmata mu.