Random, Traveling

Progo malam..

23:25 terpikir untuk menulis blog saja… Setelah bosan membaca sebuah ebook. Sekitar satu jam telah berlalu dari kereta mulai menggilas roda-rodanya diatas rel. Setelah perpisahan kami di Stasiun Senen, dan aliran air mata seperti biasa. Kepercayaan akan bertemu lagi adalah penguat bathin kami. Sudahlah… Kita kembali dulu dalam rutinitas masing-masing sebelum kita menjadi satu.

Udara panas Jakarta di Juli ini sudah tertelan udara AC dan malam. Di beberapa titik masih terdengar percakapan. Bercerita tetang kisah hidup, bertukar pengalaman dalam cerita, bercanda saling menghibur atau hanya sekedar melempar senyum. Dan beberapa lainnya terlihat pulas dalam nirwana, lupa diri dalam lelap. Di atas Progo Jakarta-Yogyakarta senyum dan haru mengingat beberapa menit berlalu sampai dua minggu lalu saat menginjak Jakarta lagi. “Keluarga”. Mereka membuat arti di bathin ini.

Lampu-lampu malam melesat terlintas dari jendela.

Dan Progo masih melaju….

02:38 Terbangun… Mata langsung scanning sekeliling. Ada saja yang bikin ketawa kalau sudah larut begini di atas kereta. Sekeliling sudah pada tewas. Senyum-senyum sendiri melihat cara tidur para penumpang ini. Kocak, didepan seorang mbak-mbak cantik tiba-tiba sangat aneh ketika terlelap. Mendongak sambil ngangak 😆

Mbak yang sebelah sana jilbabnya udah melenceng 45 derajat dengan bibir tumpah-tumpah sambil menganga. Pas difoto udah nunduk mbaknya ngakak sadar kamera atau alam bawah sadarnya membuatnya menunduk.Beberapa orang sudah tau diri mereka tertidur dengan masker atau tertutup kain. Lucu aja ngebayangin diri sendiri terlelap. Bersyukur bangun-bangun kaki gue gak di muka orang. Khahaha… 😆 Dan ooow my Lord seekor kucing kampung nongol di dekapan mbak-mbak yang kerudungnya melenceng 45 derajat… Haha dan saling tatap aneh dengan seekor kucing. Ini kalo ketauan bisa di suruh turun mbaknya atau kucingnya. Enggaklah…. Gue gak akan lapor. Mata kucing itu terlihat memelas menatap mata gue. Fine bich! You save tonight… Haha. Lol astagaaa… Bisa anteng gitu itu kucing. Coba Nces udah di garukin seisi kereta. Haha… 😥 kangen Nceees…

Nih ya gue nekat fotoin mumpung masih pada lelap. Njiir kalo kebangun ketauan lagi moto gue bisa di gebukin. Haha

wpid-aviary_1437854195673.jpg

wpid-2015-07-26-02-42-034

wpid-aviary_1437853810570.jpg

haduh maafkan ya… kamera hape saya payah.-lame-

Momennya udah ganti mbak yg jilbabnya melenceng 45 derajat udah tertunduk dan si kucing kampung juga sudah terlelap. Haha 😀

Baiklah. Pop mie sepertinya nikmat untuk disantap disela malam yang mengelitik ini.

Random

Fatimah Husein memulai…

Hari ini temen satu gang SD akhirnya ada yang menikah. Di mulai dari Fatimah (Peti). Ikut bahagia buat dia… Tadinya shock banget tau diantara kami ternyata dia yang lebih dahulu menikah. Dia yang gak pernah pacaran. Yang gak pernah ngomongin masalah cowok… ehh malah dia yang jodohnya datang lebih cepat dari kami… Barakallaah…. 

Owh God pikiran tiba-tiba melayang bertahun-tahun yang lalu. Terkenang masa-masa kita di taman kana-kanak bareng… 😥 Haha… terharu mengenang semuanya. Kita sekarang udah dewasa. 🙂

Tadi ada update fotonya ni gue tampilin dan akan tetap di update:

99

Aaaa…. sayang gak ada gue disitu…

1437638407946

Miss you all…..

1437638418565

Hol, Risna, Hesti, Arie, Ayu, Lilis, Iin dan semuanya yang gak ikut foto-foto kangen kalian semua…

123

Random

What a wonder day!

Happy Eid Mubarak…. Jakarta Timur, 7/17/2015

Terbaring lemah di tempat tidur terkalahkan oleh Rhinovirus. Lebaran di dalam keluarga orang lain. Perasaan ini serasa mau meledak ketika setiap kali mama menelpon dari suasana halal-bihalal. Pertama Isak tangis dari Mamiq (bapak)  kemudia niniq (nenek) yang tak sanggup berkata-kata banyak hanya berkata “pulang” dengan tangis yang mencekik pernapasan kami. Bathin ini teriris-iris, setiap telepon berdering ada saja kabar mengejutkan. Kemudian berdering lagi telepon tiba-tiba terdengar suara teman lama menyapa. Mbak Elok… wanita teman kost dulu di Mataram yang sudah kehilangan kontak cukup lama. Ternyata dia menikah dengan sepupuku. Ah dunia memang sedaun kelor. Apa lagi sekarang??

Meriang rasa badan ini dibersihkan Allah karena masih saja kotor walau sudah menjalani ibadah puasa. Usainya Ramadhan rupanya tidak cukup sama sekali untuk menggugurkan dosa-dosa ku yang tak terhitung jumlahnya. Pikiran ini melayang jauh tak bisa memejamkan mata. Ingin beristirahat tapi entah aku merasa menginginkan kabar-kabar selanjutnya.

Peluhku mengalir seperti anakan sungai di dalam suhu 91°F. Pikiranku melayang, inilah kota selanjutnya… entahlah. Ingusku juga tak kalah alirannya. Tisue helai demi helai menjadi lembab. Wonder day aku masih menunggu kabar-kabar lainnya…