
Udah lama gak ngeblog… kali ini mau bercerita sedikit tentang “remeh” gue baru aja tersadar akan sesuatu hal. Seperti kabar yang tiba-tiba mencubit dan membuat gue mengenang keburukan lama gue. “Remeh” guys! Ini kata yang gak boleh lu remehkan haha. Jadi ceritanya begini… dulu gue pernah ngeremehin si fulani dia emang anaknya gak terlalu pintar itu “fakta”. Yang hidup di dekatnya adalah sebut saja fulani 2 yang memang pinter banget. Jadi dulu tuh kalo mereka dibandingin ini jauh banget. Gue sering menyanjung fulani 2 depan fulani 1 dan hal itu gue gak sengaja ngelakuinnya selama itu setelah gue tau pengakuan dari ibu si fulani 1 bilang ke gue kalo gue sering ngeremehin anaknya dan dia gak suka banget. Gue langsung tertegun ketika tau selama ini ibu anak ini menyimpan hasat sama gue karena gue bersikap seperti itu. Gue lama lulus kuliah menjadi sasaran ibu si fulani ini meremeh-remehkan gue depan keluarga-keluarga dan orang-orang yang kenal sama gue. Kenapa gue tau? Karena orang-orang yang ia ceritakan tentang gue pada cerita lagi ke gue. Dan sama sekali tidak ada benci dalam dada gue. Karena gue merasa gue lupa berdoa akan dosa yang enggak sengaja gue lakuin. So guys… penting banget yang namanya berdoa sama Allah atas dosa yang gak sengaja kamu lakukan atau dosa-dosa kecil yang bahkan untuk diingat pun kita luput karena menganggapnya tidak besar alias remeh. Dari hal sepele itulah gue belajar beberapa hal. Gak semua yang lu anggep remeh itu ternyata remeh untuk orang lain. Kayak contohnya perbuatan gue itu. Ternyata membuat dampak sangat besar dan bisa dibilang bersarang di dalam dada orang lain. Dan sampai sekarang gue kira dia masih ingin menunjukkan prestasi-prestasi anaknya sama gue. Alhamdulillah di lain sisi itu membuatnya termotivasi. Gue hanya mendoakan semoga dia mulai melupakan kekesalannya sama gue dan mengubah niatnya menyekolahkan anaknya hingga kesuksesannya menjadi berkah bukan kemenangan atas ambisinya semata. Thats why guys jangan kayak gue ya… jaga lisan… jangan pernah menyakiti orang lain. Karena ketika kita meremehkan sesuatu maka dunia dan semesta akan menguji kita atas apa yang telah kita remehkan tersebut seumur hidup kita sampai kita tersadar dan mengerti. Pun kita tersadar sesuatu itu bisa saja tidak berhenti terhadap kita. Tapi karena kita sudah taubat dan sadar akan kesalahan itu membuat kamu mulai mengabaikan orang yang masih tersulut tersebut. Dan kesalahan adalah kesalahan harus kita terima sampai kapanpun orang yang kita sakiti tersebut bisa memaafkan kita. Kita tidak bisa memaksa. Hanya Allah yang Maha Pengampun. Apa yang kita tanam akan kita petik hasilnya. Ok guys… selalu positive thinking ya! Semoga napas kita berkah. Amiin.