Random

Covid-19 Chaos

Brace yourself!! You must be a survivor!!

Karena baru ada waktu luang gue mulai nulisin ini judul per hari ini 18 Maret 2019. So data collected Corona Virus di Indonesia adalah sebanyak 227 orang terinfeksi seperti yang saya bold kuning dibawah yang saya ambil dari situs : Novel coronavirus

Data akan bergerak terus sesuai update setiap hari dari tiap-tiap negara.

Lockdown dari berbagai negara mulai diambil sebagai kebijakan pemerintah masing-masing negara. Ada juga beberapa negara yang masih belum mengambil sikap seperti Indonesia saat ini masih belum melakukan lockdown. Bukan tanpa alasan. Bentuk negara kepulauan yang luas dan perhitunan untung rugi prekonomian menjadi pertimbangan dari Pak Presiden dan bawahannya saat ini sebagai strategi agar negara ini tetap stabil. Kita saksikan saja dua minggu ke depan apa yang akan terjadi.

Panic buying terjadi dimana-mana. Kaum berduit tiba-tiba belanja stock berlebihan untuk keperluan pribadi mereka. Orang-orang dibuat buta tanpa memikirkan orang lain untuk sama-sama tercukupi.

Setelah lihat orang-orang dikantor dan berita di berbagai media pada ngomongin masker dan hand sanitizer yang mulai langka dan harga melambung naik. Supply stock bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari lainnya mulai sedikit. Hal itu melemahkan tak hanya sendi-sendi badan tapi langsung ke jantung dapur rumah tangga warga negara. Rasanya aku sesak sekali ketika melewati gang-gang kampung dan tiba-tiba meneteskan air mata. Lihat orang-orang kampung yang seperti tak pedulia akan penyebab utama dari mengapa harga makanan dalam piring mereka menjadi begitu mahal. Pertanyaan mereka hanya itu. Tak terlihat mereka sedang kesal membicarakan masker atau hand sanitiser yang habis. Mereka hanya berbincang penjualan nasi uduk hari ini tak seperti hari-hari sebelumnya. Orang-orang kantoran itu tak lagi membeli nasi uduk di jalan. Harga bahan pokoknya memanjat tinggi.

China sebagai negara tempat Covid-19 ini bermula yang telah bergelut dengan virus varian sejak Desember 2019 yang kini telah memakan korban meninggal ribuan orang dari 81.000 lebih korban terinfeks. Sekarang sudah banyak yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 angkanya cukup signifikan dan tampaknya membuat nafas-nafas kehidupan disana mulai melega. Kemudia hal penting yang mereka dapatkan adalah “data”. Dari data pasien Covid-19 mereka sekaligus dapat melakukan penelitian. Benar-benar dengan sample cuma-cuma dari manusia yang terinfeksi bukan dari tikus loh bray they were literary human. Mereka dapat menyimpulkan bahwa yang paling rentan akan Covid-19 ini adalah orang-orang yang bergolongan darah A dan yang paling imun adalah oran-orang dengan golongan darah O. Kemudian usia lansia yang terinfeksi sebagian besar dari mereka tidak selamat aka meninggal dunia. Spekulasi dengan mata yang memicing tertuju ke Cina seolah benar-benar menuduh negara itu ingin menghabiskan penduduknya yang sudah tidak produktif melihat pertumbuhan manusia di Cina yang kian memadat dan biaya untuk pensiunan yang menjadi beban negara.

Sementara belahan negara lainnya masih berperang melawan virus ini. Berbagai bentuk reaksi datang dalam berita-berita yang tersebar di sosial media. Dampak ekonomi dan sosial yang baru, muncul dari postingan di sosial media dari yang membuat tawa sampai sangat menyedihkan. Dari candaan sampai makian kekesalan umat manusia di berbagai belahan dunia akan kebijakan negaranya masing-masing dalam menghadapi virus ini.

Saya kebetulan salah satu orang yang masuk dalam hitungan usia warga negara produktif bagi negara, yang mau gak mau harus siap dalam medan tempur. Sama halnya seperti seorang tentara yang tiba-tiba dihadapkan dalam kondisi peperangan. Kita harus tetap berperang menjaga kesetabilan ekonomi negara. Orang-orang yang masuk usia produktif harus tetap bekerja dengan ketentuan keselamatan yang standard namun anak-anak dan lansia harus diisolasi atau diam dirumah untuk menekan angka terdampak dari Covid-19 ini.

[Update] – 24 May 2020

So sejauh ini update covid19 di Indonesia adalah sebagai berikut:

Anyway hari ini adalah hari Rata Idul Fitri 1441 H. Pemerintah melarang mudik. Jadi trapped quarantine di kosan ๐Ÿ˜ฆ But yeah… it’s the best way to do biar bantu semua orang agar angka penyebaran segera menurun. Sebenarnya banyak hal telah terjadi selama masa pandemi ini. But I’m too tired to talk bout this. Kita udah pada muak sama berita covid19 ini. Pengen banget segera berakhir dan kembali normal sediakala. Pengen banget jalan-jalan God….

Random

Ke psikiater bukan berarti kamu gila.

Hi guys… ๐Ÿ™‚ Apa kabar?

Kali ini aku mau curhat hehe. Karena kejadian diputusin begitu aja dengan tingkat sakit hati sampai berkeping-keping akhirnya aku merasakan juga rasanya ke psikiater itu seperti apa. Dan kesimpulan gue ke psikiater adalah membayar seseorang yang tahu cara mendengarkan cerita gue, yang tau cara bereaksi terhadap apa yang gue rasakan. Thats all.

Serius. Saat merasa terpuruk di situlah jadi tahu siapa true friend lu. Jadi tahu ada temen-temen yang selama ini ternyata mereka tak semanis saat kamu masih bahagia. Gak semua orang bisa dicurhatin karena mereka gak ngerasain apa yang sedang terjadi dengan diri kamu. Biasanya akan keluar dari mereka temen-temen kamu itu kata-kata yang gak ingin kamu dengar saat ngerasa drop fall fall fall deeply.

“Yaelah Hil! Gitu aja udah down kayak orang gak beragama aja. Masih ada di luar sana laki-laki lain. Makanya banyakin ibadah. Shoat malam, ngaji dan melakukan hal-hal positif lainnya.”

“Gak usah lebay! masih banyak orang jauh lebih menderita dari lu. Lihat orang-orang di jalan yang gak punya apa-apa!”

Hehe guys itu pernyataan emang bener semua. Tapi ketika kamu katakan pada orang yang sedang sakit hatinya. Rasanya seperti menaburi garam di atas luka. Banyak belajar dari pengalaman yang Tuhan kasi ke gue ini. Sumpah kalau gak ngerasain sendiri mungkin akan selalu mengatakan hal yang sama seperti diatas pada orang-orang yang sedang down dan hancur hatinya. Karena gue memang tipe orang yang santai banget tadinya sebelum mengalaminya sendiri. Yang orang biasanya tak mau tau adalah apa sebabnya kamu begitu sakit. Mereka kan otomatis membuat kesimpulan bahwa yang kamu rasain sekarang sekarang adalah buah dari pilihan kamu. Jadi kenapa sekarang mereka harus terlibat dikala kamu jatuh dan tersungkur.

Intinya sih dapat pelajaran bahwa setiap orang punya masalah dan sekarang gue bisa lebih bijak dengan tidak melempar toxic positivity lagi karena gue tahu rasanya. Udah gitu aja.

Dan membayar psikiater untuk curhat gue rasa itu adalah yang paling fair. Jangan pernah hilang guys karena kamu masih berharga apapun masalah kamu. ๐Ÿ™‚