Random

[Collapse]

 

18:45 Suhu badan diatas rata-rata. Baru saja sesendok nasi didalam mulut. Tiba-tiba raga ini terasa kaku desiran darah dari ujung-ujung mengunci persendianku. Akupun terkujur berlutut mengeluarkan teriakan lirihku yang kupekikkan semampuku. Memanggil harapan dari manusia yang tersadar. Waktu tampak berhenti seketika. Suhu badan berubah dalam sekejap. Netra ini hanya sanggup memandang lemah kesatu titik. Mulut ini mulai ingat akan ucapan. Benak menuntunnya untuk mengucap tiada Tuhan selain Allah. Aku merasakannya didalam dekapan seseorang yang berusaha mempertahankanku. Detak jantungnya begitu panik. Aku mendengarnya. Tapi aku tak sanggup bereaksi. Aku terkapar. Dan aku paham “sesuatu”.

Random

[hati ini terasa remuk]

Gue seharian ini letih banget. Seharian nangis.

Mas: Mau ngomong

Gue: Apaan lebay banget tinggal ngomong.

Mas: [diem]

Gue: [nunggu sambil bergumam tapi kayaknya ni orang mau ngomong serius]

Mas: Nces mati.

Gue: What??? Kok?…?……??

Mas: Iya, pas side berangkat dinas ke Kalimantan. Di telpon sama mbanya kalau Nces mati. Keracunan. Sengaja pada gak ngasi kabar ke side.

Random

Kukuku ketemu lagi

So Happy campur terharu bisa ngumpul bertiga lagi setelah long time ago! Beneran ngerasa kayak di jogja lagi. Hahaha. Udah gue gak bisa ngomong apa-apa lagi saking bahagianya malam ini. Terimakasih banyak ya Allah telah mengirimkan sahabat seperti mereka.

This slideshow requires JavaScript.

Tingkatan bahasa dalam komunikasi kami sudah lebih dari sebatas ucapan. Mimik muka, tindakan bahkan sekedar pandangan saja kami udah bisa saling faham. Haha!

Iya indah pada waktunya. Kami adalah satu paket yang ditakdirkan seperti ini. Kisah kami terlalu panjang untuk dijabarkan. Yang kenangannya bisa membuat air mata mengalir dan bisa membuat letupan tawa bahagia. Kata yang pas memang adalah… “seperjuangan”.