Cahaya menelisik dibalik kaca-kaca gedung seberang. Suara mesin potocopy, gesekan kertas, suara sahut-sahutan dering telephone bercampur memecah heningku seketika. Mata lelah ini kembali memandang screen komputerku. Pikiran jauh melayang melampaui pulau tempat aku terlahir. Pikirku adalah emak dan mamiq. Mata ini mulai lembab. Kutarik nafas dalam-dalam. Ya Rabb… Bahagiakan mereka jika aku ini tak kunjung sanggup. Bahagiakan ia di akhiratmu jangan kau butakan dengan kebahagiaan dunia yang hina ini. Pun diriku sendiri.
Randomdom with my Guuurll
Tentukan dibagian manakah kamu.
Hai sahabat-sahabatku jika datang waktu dimana kita akan sibuk dengan dirikita masing-masing. Mulai saat ini jangan munafik. Hitam adalah hitam. Putih adalah putih. Pilih dimana dirimu berdiri.
Dan seberpolusi itu.