Lagi. Pelajaran untuk tak mencintai dunia itu hadir lagi.
Begitu aku lengah, saat itu langit menamparku.
Keduniawianku ini melekat sangat karena bahanku tanah.
“Kita tak perlu mencintainya tapi hanya mengasihinya saja”. Harusnya begitu.
Tidak kusangka aku begitu menginginkannya sehingga saat kata belum begitu sulit aku terima.
Hatiku terasa beku, kaku dan gagu.
Beri aku waktu mencerna ikhlas yang kali ini.